Showing posts with label heat treatment. Show all posts
Showing posts with label heat treatment. Show all posts

 

Heat treatment

a) Quenching adalah pendinginan cepat benda kerja untuk memperoleh sifat material tertentu. Ini mencegah proses suhu rendah, seperti transformasi fase, dari terjadi hanya menyediakan jendela sempit waktu di mana reaksi ini menguntungkan kedua termodinamika dan kinetis diakses. Sebagai contoh, dapat mengurangi kristalinitas dan dengan demikian meningkatkan ketangguhan dari kedua paduan dan plastik (dihasilkan melalui polimerisasi).

b) Tempering adalah perawatan panas teknik untuk logam, paduan dan kaca. Dalam baja, tempering dilakukan untuk "menguatkan" logam dengan mentransformasikan martensit rapuh atau bainit menjadi kombinasi ferit dan sementit atau kadang-kadang martensit tempered. Paduan pengerasan Air hujan, seperti banyak nilai dari aluminium dan superalloy, yang marah untuk mengendapkan partikel intermetalik yang memperkuat logam. Tempering dicapai oleh pemanasan terkendali benda kerja ke suhu yang lebih rendah di bawah temperatur kritis.

c) Annealing adalah proses perlahan-lahan meningkatkan suhu sekitar 50 º C (90 º F) di atas A3 garis suhu Austenitic atau ACM baris dalam kasus baja Hypoeutectoid (baja dengan <0,77% karbon) dan 50 º C (90 º F) ke dalam Austenite-Sementit daerah dalam hal Hypereutectoid baja (baja dengan> 0,77% karbon).

d) Normalizing adalah proses peningkatan suhu sampai lebih dari 60 º C (108 º F), di atas A3 baris atau ACM baris sepenuhnya ke kisaran Austenite. Hal ini diadakan pada suhu ini untuk sepenuhnya mengubah struktur menjadi Austenite, dan kemudian dihapus bentuk tungku dan didinginkan pada suhu ruangan di bawah konveksi alam. Hal ini menghasilkan struktur butir perlit halus dengan kelebihan Ferrite atau sementit. Bahan yang dihasilkan adalah lemah; derajat kelembutan tergantung pada kondisi ambien sebenarnya pendinginan. Proses ini jauh lebih murah daripada anil penuh karena tidak ada biaya tambahan pendinginan tungku dikontrol.

e) Spheroidizing adalah proses anil yang digunakan untuk baja karbon tinggi (Carbon> 0,6%) yang akan menjadi mesin atau dingin terbentuk kemudian. Hal ini dilakukan oleh salah satu cara berikut:

1. Panaskan bagian ke suhu di bawah garis ferit-Austenite, garis A1 atau di bawah garis Austenite-sementit, pada dasarnya di bawah 727 º C (1340 º F) line. Tahan suhu untuk waktu yang lama dan diikuti dengan pendinginan yang cukup lambat. Atau
2. Siklus beberapa kali antara suhu sedikit di atas dan sedikit di bawah 727 º C (1340 º F) garis, katakanlah misalnya antara 700 dan 750 º C (1292-1382 º F), dan lambat dingin. Atau
3. Untuk alat dan panas baja paduan untuk 750-800 º C (1382-1472 º F) dan tahan selama beberapa jam diikuti dengan pendinginan lambat. 
http://img.mofuse.net/live/?src=https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3890940342545020385-8457079972986677856?l=www.gudangmateri.com&w=200&q=50&f=comblank image

a) Nitriding adalah proses pengerasan permukaan dengan jalan mendifusikan unsur nitrogen ke permukaan larutan pada logam/baja dan besi cor feritik, yaitu dengan cara memanaskan dan menahan logam/baja dan besi cor tersebut pada temperatur dibawah temperatur kritis bawah (antara 500-590oC) selama periode waktu tertentu dalam kontak dengan gas atau cairan yang mengandung unsur nitrogen.
Seluruh baja dan besi cor yang dapat dikeras haruslah dikeraskan dan di”temper” dahulu sebelum dilakukan proses nitriding, dimana temperatur tempering harus cukup tinggi untuk menjaga kestabilan struktur pada proses nitriding (minimal 10oC diatas temperatur nitriding).

Proses nitriding dilakukan dengan tujuan:
- mendapatkan kekerasan permukaan yang tinggi
- meningkatkan ketahanan pakai dan sifat “antigalling”
- meningkatkan ketahanan terhadap umur kelelahan
- meningkatkan ketahanan terhadap korosi
- meningkatkan ketahanan kekerasan permukaan terhadap kenaikkan tem peratur sampai temperatur nitriding.

Keuntungan lain yang diperoleh dengan proses nitriding ialah: distorsi dan deformasi minimum, karena temperatur pemanasan rendah. Di industri penggunaan proses nitriding terutama dilakukan terhadap:
- Komponen komponen mesin untuk kendaraan bermotor, antara lain:
- steering gears
- cylinder heads
- cylinder liners
- crankshafts
- camshafts
- ball steering joint
- valves dan valves quiders
- rocker arm
- rocker shaft
- connecting rod
- oil pump gears
- water pump gears
- dan lain-lain.
- komponen-komponen mesin perkakas
- perkakas termasuk dies, antara lain:
- cutting tools (high speed steel)
- rolling tools
- drawing tools
- dies casting moulds
- forging dies, dan lain-lain.

Di industri dikenal dua jenis proses nitriding, yaitu: liquid nitriding dan gas nitriding.
Pada umumnya kedua jenis proses ini adalah sama dan lama proses dibutuhkan juga sama, tetapi proses gas nitriding biasanya lebih disukai bila diinginkan kedalam penetrasi nitrogen yang lebih besar.
Pada proses liquid nitrididng media yang digunakan adalah campuran garam-garam, yaitu: NaCN, Na2CO3, KCl dan beberapa bahan pengaktif lainnya. Pada proses nitriding media yang digunakan adalah: gas amonia.
Berdasarkan diagram fasa biner Fe-N (gambar 2.6)8) dapat diperkirakan bahwa beberapa lapisan dapat terbentuk pada temperatur 500-6000C, yaitu berturut-turut pada bagian dalam (dekat substrat) kebagian terluar: α-Fe, γ-Fe4N dan ε-Fe2N.

b) Carburizing adalah perawatan panas proses di mana besi atau baja dipanaskan di hadapan bahan lain (tetapi di bawah titik lebur logam's) yang membebaskan karbon seperti terurai. Permukaan luar atau kasus ini akan memiliki kandungan karbon yang lebih tinggi dari bahan asli. Ketika besi atau baja didinginkan cepat dengan pendinginan, kandungan karbon lebih tinggi pada permukaan luar menjadi keras, sedangkan inti tetap lembut dan tangguh.

c) Chromizing dikenal sebagai pengayaan wilayah permukaan baja dengan krom dengan perlakuan termokimia. Selama perawatan ini atom kromium menyebar pada suhu antara 900 ° C dan 1000° C ke permukaan benda kerja
.
d) Carbonitriding merupakan modifikasi teknik metalurgi permukaan yang digunakan untuk meningkatkan kekerasan permukaan logam, sehingga mengurangi keausan. Selama proses ini, atom karbon dan nitrogen menyebar interstitially menjadi logam, menciptakan hambatan untuk slip, meningkatkan kekerasan dan modulus dekat permukaan. Carbonitriding sering diterapkan pada murah, mudah mesin baja karbon rendah untuk menanamkan sifat permukaan lebih mahal dan sulit untuk bekerja nilai dari baja. Permukaan kekerasan berkisar bagian carbonitrided 55-62 HRC.

 

PERLAKUAN  PANAS  PADA  BESI COR

Klasifikasi   :
Besi cor adalah  paduan antara besi dan carbon  yang mengandung  lebih dari 2% carbon. Besi cor yang umum mengandung  2.5 – 4% carbon. Unsur tambah   pada  besi dan carbon  pada  besi cor yang komersial seperti halnya pada baja  yang umumnya mengandung  sedikit  Si, Mn, P dan S. Untuk besi cor paduan  mengandung  Cr, Ni dan Al. Keberadaan  carbon pada besi  cor  ada dua macam  :

a. carbon  bebas   tak terikat dengan besi   disebut graphite (C )
b.carbon terikat dengan besi  disebut cementite(Fe3C).


Untuk besi cor yang banyak mengandung  graphite(C =karbon bebas)  disebut besi cor kelabu ( grey cast iron )  karena  warna penampang patahan  adalah kelabu.  Besi cor ini bersifat brittle (rapuh) tidak tahan  beban kejut, ketahanan  beban tekan tinggi.

Untuk besi cor yang banyak mengandung  cementite      ( Fe3C )  disebut besi cor putih karena  warna patahannya putih. Besi cor ini  sangat keras, sifat mampu mesinnya rendah.

Didalam  proses pembekuan logam cair pada cetakan  coran tidak  bisa  bersamaan di seluruh bagian coran maka tidak bisa dihindari  timbulnya tegangan sisa yang  mengakibatkan  menurunnya kekuatan  coran. Oleh karena itu   besi cor sering kali  diberi   perlakuan panas untuk  menghilangkan tegangan sisa tersebut.

Untuk  memberikan perlakuan panas benda kerja  besi cor    tergantung dari  jenis  besi  cornya.  Macam perlakuan panas  pada besi cor sama dengan  perlakuan panas pada baja yaitu : annealing, normalizing, dan  hardening.




1.    Low Temperature Annealing.
Natural ageing   yang terdiri dari  memperpanjang waktu di dalam penyimpanan, digunakan terutama untuk  menghilangkan tegangan sisa.
Prosedurnya : Benda kerja dimasukkan di dalam dapur  dengan pemanasan maksimum  : 250 – 300o C , holding  2 – 8 jam (  tergantung dari ukuran dan bentuk benda kerja ) .  Selanjutnya  suhu dapur didinginkan  dengan kecepatan  20 – 30o C per jam  sampai mencapai 150o C ; selanjutnya  benda kerja dikeluarkan  dengan  pendinginan di udara luar.

2.    Low Temperature Speroidising Annealing .
Perlakuan panas  ini umumnya dilakukan pada  besi cor dengan ekstra ulet  dan besi cor mampu tempa ( malleable cast iron  ), yang bertujuan untuk  menambah  ductility, kelentingan  dan  antifriction.
Prosedure :  Pemanasan sampai dengan 670 – 700oC, holding 1 – 4 jam, pendinginan di dalam dapur.

3.    Speroidisation of White Cast Iron
Perlakuan panas ini diberikan  untuk mengurangi  kekerasan dan memperbaiki sifat permesinan  pada besi cor putih.
Prosedur : benda kerja  dipanaskan  sampai   850o C atau 950o C , setelah panasnya merata  didinginkan di dalam dapur  ( untuk bendakerja yang besar bisa didinginkan di  udara).
Untuk  menghilangkan  efek pemutihan  pada lapisan permukaan tuangan  dari  besi cor ekstra  lunak, benda kerja  diannealing  sesuai prosedur  berikut :
 Pemanasan  sampai 800 atau 850o C  holding 2 – 4 jam, pendinginan  sampai 650o C, holding  4 – 6 jam dan pendinginan di dalam dapur   sampai 200 atau 175o C.

4.    Normalising
Perlakuan panas ini dilakukan  untuk meningkatkan  kekuatan dan ketahanan gesek pada besi cor kelabu. Pada normalizing ini  benda kerja  dipanaskan sampai  850 atau 900o C. Setelah panasnya merata  dilanjutkan pendinginan. Untuk     tuangan     yang         bentuknya    komplek    benda     kerja 
harus di temper, setelah normalizing  dengan pemanasan  sampai 600 atau 650o C.

5.    Hardening
Proses ini dilakukan  untuk meningkatkan kekerasan, kekuatan dan  ketahanan panas  pada  besi cor kelabu.
Prosedur :  Suhu hardening 830 – 870o C (bila  didinginkan di dalam olie)  Atau suhu pemanasan   800 – 820o C     ( bila didinginkan di dalam air).

Untuk  benda kerja yang berbentuk  tidak normal (komplek) harus dipanaskan pelan-pelan, sedangkan  untuk benda kerja yang berbentuk sederhana   bisa dengan pemanasan cepat dengan  memasukkan  kedalam dapur yang telah panas dengan suhu yang dikehendaki.

 Bila awal struktur  adalah ferritic, waktu holding harus ditambah. Isothermal  hardening  pada besi cor kelabu , yang diutamakan untuk  mengurangi adanya retak dan bengkok, benda kerja dikeluarkan dari dalam dapur pada suhu  830 ato 900o C langsung dicelupkan  dio dalam bak pada 200 – 400o C.

6.    Tempering.
Tempering pada besi  cor  kelabu  setelah hardening  adalah sangat pentinng. Suhu pemanasan  antara 200oC  sampai 500o C  tergantung pada  sifat-sifat yang diinginkan .

·         Bila ketahanan  gesek maksimum yang dikehendaki ,  benda kerja di temper  pada  suhu 200 – 250o C.
·          Bila  dikehendaki  kominasi  kekuatan dak ketahanan  gesek pemanasan  pada range  350 – 450o C dan dihasilkan : HB : 321 – 418

7.    Perbaikan  pada  besi cor yang ekstra ulet dilakukan dengan prosedur : Hardening  pada suhu  870 – 900o C dengan pendingin di dalam olie  dan tempering  pada suhu  500 – 600o C.
     Sifat mekanik yang dihasilkan  : UTS  sampai 120 Kg/mm2, tegangan  Yield sampai dengan 100 Kg/mm2 , HB 375.

8.    Heat treatment of White  Cast Iron.
Malleable cast iron dihasilkan dari   besi cor putih dengan cara :

Benda kerja di masukkan didalam  kotak  dan ditutup dengan  pasir sungai kering. Kotak dipanaskan sampai 1000 – 1050oC di dalam dapur, holding 6 – 10 jam  dengan pendinginan di dalam dapur sampai 680o C. Pendinginan  antara 760 – 680o C  dengan  pelan ( 2 – 3o C per jam ). 


Hasil gambar untuk heat treatment
Perlakuan panas merupakan suatu proses pemanasan dan pendinginan yang terkontrol dengan tujuan mengubah sifat fisik dan sifat mekanik dari suatu bahan logam sesuai dengan yang diinginkan. Terdiri dari proses :
1.      Heating
Proses pemanasan sampai temperatur tertentu dan dalam periode waktu tertentu. Tujuannya memberikan kesempatan agar terjadinya perubahan struktur dari atom-atom dapat menyeluruh
2.      Holding
Proses penahanan pemanasan pada temperatur tertentu. Bertujuan memberikan kesempatan agar terbentuk struktur yang teratur dan seragam sebelum proses pendinginan.
3.      Cooling
Proses pendinginan dengan kecepatan tertentu. Bertujuan untuk mendapatkan struktur dan sifat fisik maupun sifat mekanis yabg diinginkan.

a.     Perlakuan panas fisik
1.        Hardening
Perlakuan panas yang bertujuan untuk memperoleh kekerasan maksimum pada logam baja. Baja tersebut dipanaskan dan selanjutnya ditahan. Untuk baja eutectoid dipanaskan sampai (20-30)o C di atas garis transformasi A1 kemudian didinginkan cepat melalui media pendingin seperti air, oli, dan media lainnya. Kecepatan pendinginan harus sesuai supaya terjadi transformasi sempurna dari austenit yang terbentuk menjadi martensit.


2.        Annealing
Proses perlakuan panas untuk melunakkan dan meningkatkan keuletan logam baja. Selain itu bertujuan untuk menghilangkan tegangan sisa akibat proses sebelumnya, memperhalus ukuran butir. Macam-macam annealing yaitu :
a.     Full Annealing
Adalah salah satu proses anil yang umum di gunakan jenis baja yang di gunakan pada proses ini adalah baja hypo eutectod, eutectoid, baja karbon rendah. Proses pemanasanya pada temperatur sekitar A3 + (20-30)0C dan Acm + (20-30)0c sedangkan untuk rata – rata pendinginan dibawah 5000c – 6000c adalah 500c – 1000c. perijinan untuk baja karbon 200 – 600 perjam.
b.     Bright Annealing
Digunakan untuk pencerahan permukaan komponen. Dalam proses ini pemanasan dilakukan di hadapan media inert sehingga mencegah oksidasi permukaan logam. Secara umum bahan yang digunakan dalam proses ini adalah argon dan nitrogen. Selain bertujuan untuk pelindung sekitar permukaan objek juga untuk mempertahankan warna permukaan.
c.     Box Annealing
Proses ini dapat disebut sebagai block annealing. Bertujuan untuk menjaga baja yang akan dikeraskan dalam media tertutup dalam proses annealing. Pada permukaan bahan baja terlapisi oleh chip berisi cor, pasir, dan arang. Latar belakang dari proses ini adalah untuk mencegah oksidasi dari logam baja.
d.     Isothermal Annealing
Material di panaskan sampai di atas suhu A3 dan kemudian di dinginkan secara  lambat. Proses ini merupakan turunan dari annealing yang normal sampai mencapai suhu dibawah A1. Bahan baja tersebut diholding yang berguna untuk memperoleh keseragaman subatomic kemudian didinginkan dengan suhu ruangan normal.
e.     Spherodized Annealing
Proses ini terjadi dimana steroid yang terbentuk sehingga disebut spherodized annealing. Jika produk annealing berisi gelembung-gelembung dari semantit dalam matriks ferrit pada mikrostrukturnya. Pada  mikrostrukturnya terbentuk  dengan hardening pada suhu temper. Proses pemanasannya pada suhu A1.
f.      Subkritis Annealing
Pada proses ini dilakukan saat temperatur dingin pada baja. Saat baja berada di temperatur yang dingin tiba-tiba dipanaskan ke suhu yang tepat diatas suhu kritis. Secara umum, proses ini digunakan untuk mengurangi tegangan dalam, memperbaiki struktur butir, untuk mengurangi kekerasan, dan meningkatkan keuletan material.
g.     Stress Relief Annealing
Pada proses ini pemanasan pada suhu sekitar (525-5500) C tepat dibawah suhu rekristalisasi. Sehingga dalam pemanasan ini tidak ada perubahan  dalam struktur mikro material. Karena tidak ada perubahan tersebut, pemanasan ini tidak memiliki pengaruh yang merugikan terhadap kekerasan dan keuletan bahan.
h.     Rekristalisasi Annealing
Dalam proses ini bahan baja yang dingin dipanaskan ke suhu di atas A1 yaitu sekitar (625-650)0C. Selama proses annealing cemantit dalam mikrostrukturnya berubah menjadi steroid.
3.      Normalizing
Perlakuan panas yang digunakan untuk mengharuskan struktur butiran yang mengalami pemanasan berlebihan (overheated), menghilangkan tegangan dalam meningkatkan permesinan dan memperbaiki sifat mekanik material, prosesnya dengan pemanasan sampai (30-50)oC di atas  A3 dan didinginkan pada udara sampai temperatur ruang. Pendinginan di sini lebih cepat dari pada full annealing .sehingga paerlite yang terjadi menjadi lebih halus sehingga menjadi lebih keras dan kuat disbanding yang diperoleh annealing. Normalizing juga menghasilkan struktur  kimia yang lebih homogen sehingga akan  memberi respon yang baik terhadap proses pengerasan (hardening). Karena itu baja yang akan dikeraskan perlu di-normalizing terlebih dahulu. Pada normalizing hendaknya tidak dilakukan pemanasan terlalu tinggi karena butir kristal autenit yang terjadi akan terlalu besar sehingga pada pendinginan lambat dan diperoleh  butir perlit atau ferit yang kasar dan mengakibatkan berkurangnya keuletan dan ketangguhan.
4.      Tempering
Digunakan untuk mengurangi tegangan dalam melunakan bahan setelah dihardening dan meningkatkan keuletan. Hal ini karena baja yang dikeraskan dengan pembentukan martensit biasanya sangat getas, sehingga tidak cukup baik untuk berbagai pamakaian. Pembentukan martensit juga meninggalkan tegangan sisa yang sangat tinggi dan kurang menguntungkan. Karena itu biasanya setelah pengerasan diikuti tempering. Prosesnya adalah dengan memanaskan baja berstruktur martensite sampai dibawah suhu kritis, ditahan kemudian didinginkan dengan kecepatan tinggi untuk menghasilkan martensite, kemudian dipanaskan kembali pada temperature di bawah temperature eutectoid untuk melunakan martensite dengan mengubah strukturnya menjadi pertikel besi karbid dalam ferit. Macam-macam tempering yaitu:
a.       Martempering
Merupakan perbaikan dari prosedur quenching dan digunakan untuk mengurangi distorsi dan chocking selama pendinginan.

b.      Austempering

Austempering bertujuan untuk meningkatkan ductility ketahanan impact dan mengurangi distorsi. Struktur yang dihasilkan adalah bainit. Austempering adlah proses perlakuan panas yang dikembangkan langsung dari diagram transformasi isothermal untuk memperoleh struktur yang seluruhnya bainit. Pendinginan dilakukan dengan quenching sampai temperatur diatas M5 dan dibiarkan sampai transformasi menjadi bainit selesai.

a.     Perlakuan Panas Kimia
1.      Carburizing
Carburizing merupakan proses laku panas logam secara thermochemical dimana benda kerja dipanaskan pada temperatur yang cukup tinggi dalam lingkungan yang mengandung atom karbon aktif, sehingga atom karbon akan berdifusi kedalam baja dan mencapai kadar tertentu. Tebal lapisan tergantung pada suhu dan waktu perlakuan. Carburizing terdiri dari 3 macam yaitu:
a.       Pack carburizing
Proses laku panas logam dengan memasukkan benda kerja kedalam suatu kotak dan ditimbun dengan carburizing compound, kotak ditutup rapat, kemudian dipanaskan pada suhu (900-950)0 C selama beberapa jam. Selanjutnya kerja dikeluarkan dan didinginkan.
Carburizing compound berupa serbuk terdiri dari arang kayu 70%-80%, natrium karbonat 25%-20% dan kalsium karbonat 2,5%-3,5%. Selama pemanasan udara yang terperangkap dalam kotak bereaksi dengan arang menjadi CO, dengan reaksi:
2C + O2 → 2CO
              Selanjutnya CO dapat berdisosiasi menjadi cat
2CO  → CO2 + Cat
Cat merupakan karbon aktif yang dapat berdifusi kedalam benda kerja.
b.      Gas carburizing
Proses laku panas logam dengan memanaskan baja dalam dapur dengan atmosfer yang banyak mengandung gas CO atau gas hidrokarbon yang mudah berdekomposisi pada temperatur carburizing. Contoh reaksi :
2CO  → CO2 + Cat
CH4  → Cat + 3H2  
Proses ini menghasilkan benda kerja yang lebih bersih daripada pack carburizing.


c.       Liquid Carburizing
Benda kerja dipanaskan dalam salt bath yang terdiri dari campuran  sodium cyanide (NaCN) atau potassium cyanide (KCN), yang berfungsi sebagai carburizing agent yang aktif dengan sodium carbonate (Na2CO3) yang berfungsi sebagai energizer.
2NaCN + O2  → 2NaCNO
4NaCNO → 2NaCN + Na2CO3 + CO + 2Na
2CO → CO2 + Cat
d.      Paste Carburizing
Medium kimia yang digunakan berbentuk pasta. Prosesnya yaitu badian yang dikeraskan ditutup dengan pasta dengan ketebalan 3-4 mm  kemudian dikeringkan dan dimasukkan kedalam kotak. Proses dilakukan pada (920-930)0 C.
2.      Nitriniding
Nitriding merupakan proses laku panas pada logam secara thermochemical dimana atom nitrogen aktif akan berdifusi kedalam baja membentuk nitrida. Nitrida yang terbentuk ini sangat keras dan stabil. Nitrogen aktif ini bisa diperoleh dari gas amonia dan bila dipanaskan pada temperatur nitriding (500-600)0 C.
Pada dasarnya semua baja dapat di nitriding tetapi hasil yang optimal dapat diperoleh bila baja membentuk unsur paduan yang membentuk nitrida seperti Al, Ni, Ti, Cr, Mo. Pengaruh unsur paduan dapat dilihat pada gambar berikut.


3.      Cyaniding
Merupakan modifikasi dari proses liquid carburizing. Dilakukan dengan menggunakan salth bath seperti pada liquid carburizing, tetapi dengan konsentrasi garam cyanide rendah. Cyaniding sering dilakukan dengan menggunakan salth bath dengan kandungan cyanide 30% pada temperatur (800-850)0 C, waktu difusi bisa sampai 1,5 jam.
Pada cyaniding komposisi salth bath dan tenperatur pemanasan sangat berpengaruh terhadap tebal dan komposisi kimia dari kulit. Dengan termperatur pemanasan makin tinggi dan kandungan NaCN dalam salth bath yang makin rendah akan menghasilkan tebal kulit yang makin besar dan kadar karbon pada kulit akan semakin tinggi. Untuk proses yang menghasilkan kadar karbon yang tinggi (>0,4%) perlu dilakukan quenching dan tenpering.
4.      Sulphating
Perlakuan panas yang digunakan untuk meningkatkan ketahanan gesek dari bagian-bagian mesin maupun alat-alat tertentu dari bahan HSS dalam penjenuhan permukaan sulfur.
5.      Colorizing
Colorizing merupakan proses pelapisan baja dengan pemanasan alumunium bubuk dalam ruang tertutup. Untuk alumunium paduan pada permukaan baja dan untuk lapisan pelindung terhadap oksidasi dilakukan pada suhu (800-100)0 C. Kelebihan dari colorizing adalah:
a.       Pembentukan alumunium pada baja karbon untuk ketahanan korosi yang juga menambah sifat dasar mekanik dan baja menjadi lebih baik.
b.      Colorizing tidak menghasilkan lapisan tetapi menyatu pada baja(paduan).
c.     Perlakuan Panas pada Permukaan
1.      Flame Hardening
Prosesnya dengan pemanasan cepat permukaan baja di atas temperature kritisnya dengan menggunakan gas oksigetilen, selanjutnya diikuti dengan pendingan.


2.      Elektrolit Bath Hardening
Elektrolit bath hardening adalah proses pemanasan yang dilakukan dalam suatu larutan elektrolit yang biasanya digunakan adalah 5% - 10% sodium carbonat dan digunakan arus DC. Pada tegangan tinggi 200-220 V. prosesnya yaitu pada baja dipakai sebagai katoda, sehingga terbentuk gelembung-gelembung hydrogen tipis. Karena konduktivitas dari gelembung hydrogen rendah  sehingga arus meningkat cepat pada katoda. Akibatnya katoda mengalami pemanasan pada temperature yang sangat tinggi (2000oC). logam yang akan dikeraskan tersebut dicelupkan dalam elektrolit sedalam bagian yang akan dikeraskan. Setelah dipanaskan aliran listrik diputus dan elektrolit digunakan sebagai media quenching.
3.      Induction Surface
Induction surface adalah perlakuan panas yang menggunakan arus listrik sebagai sumber energi pemanasannya yang mengalir pada sebuah solenoida. Benda kerja yang terbentuk silindris  diletakkan di tengah solenoida, pendinginannya dengan cara penyemprotan air pada benda kerja.