Showing posts with label lambang unsur baja. Show all posts
Showing posts with label lambang unsur baja. Show all posts
Pergeseran Titik Eutectoid
Diagram fase Fe-Fe3C dibuat tahap unsur paduan. Jika terdapat unsur paduan, maka diagram akan mengalami pergeseran. Pergeseran titik eutectoid yang terjadi dapat diubah dari diagram di bawah ini:

 

 Pengaruh Paduan Terhadap Suhu Dan Komposisi Eutectoid


Dari diagram di atas, terlihat komposisi unsur paduan mempengaruhi komposisi eutectoid dan suhu (gambar b). Unsur paduan bergeser dari temperatur eutectoid 723C menjadi naik atau turun tergantung jenis dan besarnya unsur paduan yang ditambahkan.
Pergeseran diagram fase dapat dihitung dari pergeseran titik eutectoid (perpotongan Al3 dan ACm)


Contoh perhitungan :
Spesimen dengan komposisi kimia (Cr = 12% ; Mn = 0,3% ; Si = 0,2%)
Pergeseran titik eutectoid
Logam
Komposisi
Suhu Eutectoid
%C
Cr
12%
840C
0,37
Mn
0,30%
720C
0,76
Si
0,20%
730C
0,76





Grafik Pergeseran Tititk Eutectoid


Baja karbon :
1.      Baja karbon rendah
·         Kandungan karbon kurang dari 0,3 persen Dibuat dengan cold working, perendaman dalam larutan asam.Penggunaan sebagai mur baut, senjata, skrup, dll

2.      Baja karbon sedang
·         Kandungan karbon 0,3 – 0,6 persen Prosesnya dengan heat treatmnent Penggunaan pada alat mesin (roda gigi, poros hubungan,dll)

3.      Baja karbon tinggi
·         Kandungan karbon 0,6 – 1,5 % Proses pembuatannya dengan giling panas. Penggunaan pada mesin berat yang kuat, pelas, pegas dll

Baja paduan ( alloy steel )
1.      Baja dengan kekuatan tarik tinggi
·         Mengandung mangan ,nikel, kromium,dan vanadium.
·         Baja dengan mangan rendah mengandung 0,35 % C dan 1,5% Mn memiliki kekuatan baik.
·          Baja nikel mengandung 0,3 % C dan 3 % Ni serta 0,6 % Mn memiliki kekuatan dan kekerasan yang baik. digunakan untuk proros enkol, batang penggerak
·         kandungan 0,3 % C, 4,35 % Ni, 1,25 % Cr dan 0,05% Mn (didinginkan dengan udara dan distorsi kecil) bersifat liat digunakan untuk poros enkol dan batang penggerak.
·         Baja kromium Vanadium komposisinya sama dengan Nikel kromium ditambah 0,5 % Vanadium memperbaiki ketahanan baja kromium terhadap getaran dan guncangan.

2.      Baja tahan pakai
·         Baja mangan berlapis austenite kandungan 1,2 % C, 12,5 % Mn dan0,75 % Si mengandung unsur-unsur lain spt kromium dan vanadium digunakan untuk peralatan pemeceh batu ,ember keruk,lintasan dan penyebrangan jalan kereta api.
·         Baja kromium menghasilkan kekerasan yang tinggi akibat percampuran 1% C, 1,4% Cr, 0,45% Mn yang didinginkan dengan minyak. Digunakan untuk peluru bulat, dan peralatang penggiling padi.

3.      Baja Tahan karat ( stainless steel )

4.      Baja tahan panas
·         Baja tahan panas ferit Mengandung karbon rendah, tidak dapat dikeraskan melalui perlakuan panas
·         Baja tahan panas austenite mengandung kromium dan nikel yang sangat tinggi tidak dapat dikeraskan melalui perlakuan panas

Sifat-sifat baja ( steel )
Kelebihan :
·         Nondeforming Propeties, kemampuan bahan untuk menahan tidak terjadinya perubahan bentuk.
·         Deep of Hardening, kekerasan yang mencapai bagian dalam.
·         Toughness, kemampuan menahan beban tanpa menyebabkan patah.
·         Wear Resistance, tahan terhadap abrasi atau aus
·         Red Hardness, Kekerasan pada temperatur tinggi.
·         Machinability, mampu dipotong dan menghasilkan permukaan yang halus.
·         Resistance of decarburization, tahan terhadap decarburasi.

Kelemahan :
·         Kekuatan/kekerasan tinggi, tetapi massa besar
·         Tidak tahan temperatur rendah
·         Tidak tahan korosi

Besi cor / cast iron
Besi tuang dibuat dalam dapur kupola dari besi kasar kelabu, besi skrap dan baja skrap dalam bentuk padatan. Dapur kupola paling banyak di pakai di Indonesia karena :
·         Kontruksinya sederhana dan murah
·         Operasinya mudah dan murah
·         Dapat digunakan terus menerus
Macam-macam cast iron :
1.      Besi tuang putih
a.       Warna bidang patahan putih
b.      Diprodulsi dengan menambahkan SI saat pendinginan cepat
c.       Sifat nya : keras, rapuh, dan tahan lecet. Tidak dapat dilunakan kecuali dengan pemanasan yang lama, cocok untuk bangunan konstruksi ( struktur ) karena kelenturannya rendah dan tidak tahan benturan, kekerasannya berkisar 400 – 500 BHN.
d.      Kegunaan : untuk besi tuang tempa, komponen-komponen mesin penggiling, bagian-bagian pompa penghubung.

2.      Besi tuang kelabu
a.       Bidang patahnya berwarna abu-abu
b.      Karbonnya dalam keadaan bebas dan membentuk grafit
c.       Struktur di dominasi oleh grafit dan ferrit
d.      Sifatnya : kekerasannya tinggi sehingga tahan terhadap gesekan, suhu cairnya 1140 – 1200o C. kadar silikon berkisar antara 1.5 – 5%
e.       Kegunaan : pipa bawah tanah untuk mengalirkan air dan gas, pompa transmision casses, mesin dongkrak katup

3.      Besi tuang mampu tempa
a.       Dibuat dari besi cor putih yang dipanaskan pada temperatur 800-900o C
b.      Sifatnya : kekuatannya tinggi, lunak, mampu dibentuk dan di tempa, tegar dalam keadaan dingin.
c.       Kegunaan : untuk industri otomotif ( rumah poros, roda gigi, tuas, dll ), alat pertanian ( sabit, cangkul, bajak, dll ), industri tekstil, dan kereta api.

4.      Besi tuang kenyal
a.       Dibuat dengan mencampurkan magnesium, kalsium, kedalam besi cair sebelum di tuang.
b.      Sifatnya : kekuatan dan kelihatannya tinggi, tahan aus dan panas.
c.       Kegunaannya : untuk bagian-bagian mesin ( roda, gear, pipa-pipa, kleb, dll ), sebagai gear traktor, rangka transmisi dalam mesin perkakas. Dll