Showing posts with label basic. Show all posts
Showing posts with label basic. Show all posts

Fungsi

Menumpu beban

Mengurangi gesekan atau friksi

Klasifikasi

Berdasarkan konstruksi dan mekanismmengatasi gesekan, bantalan dapat diklasifikasikan menjadi dua yaitu

•  Bantalan luncur (sliding bearing)

•  Bantalan gelinding (rolling bearing)

Berdasarkan arah beban yang bekerja, bantalan dapat diklasifikasikan menjadi:

•  Bantalan radial (rad al bearing): menahan beban dalam arah radial.

•  Bantalan aksial (thrust bearing): menahan beban dalam arak aksial.

•  Bantalan yang mampu menahan kombinasi beban dalam arah radial dan arah aksial.

Kriteria Pemilihan Bearing

Kriteria pemilihan bantalan untuk berbagai kondisi lingkungan



Kriteria pemilihan bantalan radial



Kriteria pemilihan bantalan aksial



•   Rubbing plain bearing, terbuat dari bahan non-metalic, hanya cocok untuk aplikasi pada putaran yang rendah dan tidak sesuai untuk aplikasi beban yang tinggi.

•   Porous plain bearing, menggunakan pelumasan dari pori-pori material, juga lebih cocok untuk aplikasi pada putaran rendah. Kinerjanya segera menurun pada putaran relatif tinggi.

•   Rolling bearingmemiliki jangkauan aplikasi yang paling luas, baik dari segi putaran maupun beban. Kinerjanya sudah mulai menurun untuk putaran di atas 1000 rps.

•   Hydrodynamic plain bearing sangat cocok digunakan pada putaran yang tinggi. Bantalan jenis ini mempunyai kemampuan menahan beban dengan jangkauan yang luas. Kelemahannya, bantalan ini tidak dapat digunakan pada putaran rendah dan untuk beban radial. Sedangkan untuk beban aksial, dapat dibuat kosntruksi khusus sehingga dapat digunakan dengan performansi yang baik pada putaran rendah.

BantaIan Luncur (Sliding Bearing/Plain Bearing)

Sliding bearing atau sering juga disebut plain bearing terdiri atas dua jenis yaitu:

1.  Journal atau sleeve bearing, yang bentuknya silindris dan menahan beban radial (yang tegak lurus terhadap sumbu poros.

2.   Thrust bearing, yang bentuknya biasanya datar, dimana pada kasus poros yang berputar, dapat menahan beban yang searah dengan sumbu poros.





Material bantalan luncur

•   Babbit

•   Bronzes

•   Besi Cor Kelabu dan Baja

•   Sintered Materials

•   Material Non-Logam

 

Material bantalan yang direkomendasikan untuk sliding melawan baja atau besi cor

 

Bantalan Gelinding (Rolling Element Bearing)

 



 

 

 

Prinsip Kerja Mesin CNC 2A

Mesin Bubut CNC TU-2A mempunyai prinsip gerakan dasar seperti halnya mesin bubut konvensional, yaitu gerakan ke arah melintang dan horizontal dengan sistem koordinat sumbu X dan Z. Prinsip kerja mesin bubut CNC TU-2A juga sama dengan mesin bubut konvensional, yaitu benda kerja yang dipasang pada cekam bergerak sedangkan alat potong diam.

Untuk arah gerakan pada mesin bubut diberi lambang sebagai berikut :

a) Sumbu X untuk arah gerakan melintang tegak lurus terhadap sumbu putar.

b) Sumbu Z untuk arah gerakan memanjang yang sejajar sumbu putar.

Untuk memperjelas fungsi sumbu-sumbu mesin bubut CNCTU-2A dapat dilihat pada gambar ilustrasi di bawah ini :

Gambar  Mekanisme arah gerakan CNC 2A 

Sistem Koordinat Mesin CNC 2A

Secara umum, cara pengoperasian mesin CNC dengan cara memasukkan perintah numerik melalui tombol-tombol yang tersedia pada instrumen di tiap-tiap mesin. Setiap jenis mesin CNC mempunyai karakteristik tersendiri sesuai dengan pabrik yang membuat mesin tersebut. Namun demikian secara garis besar dari karakteristik cara pengopersian mesin CNC dapat dilakukan dengan dua macam cara, yaitu:

  1. Koordinat kartesius mutlak (absolut)

Metode dimana titik referensinya tetap, yaitu suatu titik dijadikan referensi untuk semua koordinat.


Gambar Sistem Absolut
      2. Koordinat Kartesius Relatif

Metode pemrograman dimana titik referensinya selalu berubah, yaitu titik aktif yang dituju menjadi titik referensi baru untuk koordinat selanjutnya.



Perintah-perintah pemrograman

Fungsi G (going)

Fungsi G/kode G adalah perintah utama yang digunakan untuk menggerakan pahat.



Fungsi M (Miscellaneous)

Adalah fungsi pembantu untuk mengontrol on/off function yang ada pada mesin serta membantu melengkapi parintah dengan menggunakan kode


-          Tanda-Tanda Alarm

·     A 00       : Salah perintah G, M

·      A 01       : Salah radius (M 99)

·      A 02       : Salah harga x

·      A 03       : Salah harga F

·      A 04       : Salah harga z

·      A 05       : Kurang perintah M 30

·      A 06       : Jumlah putaran sumbu utama terlalu tinggi

·      A 08       : Akhir pita pada perekaman

·      A 09       : Pemrograman tidak ditemukan

·      A 10       : Pemrograman kaset

·      A 11       : Salah memuat

·      A 12       : Salah pengecekan

·      A 13       : Pengalihan inchi/mm dengan memori penuh

·      A 14       : Salah satuan jalan pada program terbaca

·      A 15       : Salah harga H

·      A 17       : Salah sub program


2.1   Macam – macam pahat CNC 2A

1.   Pahat sisi kanan

Pahat bubut rata kanan memilki sudut pemasangan 93º dan sudut-sudut bebas lainnya, pada umumnya digunakan untuk pembubutan memanjang, melintang, menyudut sampai dengan 90o. Kemudian pembubutan bentuk tidak boleh melebihi 30o. Kemudian untuk pembubutan radius.

 

2.   Pahat sisi kiri

Pahat bubut rata kiri memilki sudut kelonggaran X=93º, pada umumnya digunakan untuk pembubutan memanjang, melintang, dan tirus dengan X=93o dengan kedalaman pemotongan tidak boleh melebihi 0,3 mm. Juga digunakan untuk membubut bentuk. Untuk membubut radius yang pemakanannya dimulai dari kiri ke arah kanan.

  

3.    Pahat Netral

Pahat ini digunakan untuk pembubutan memanjang menyudut dengan sudut maksimal 60o dan sudut bebas 2,5o.untuk pembubutan bagian radius dengan tangen busur lingkaran tidak boleh melebihi 60o.

 

4.    Pahat ulir

Pahat bubut ulir memilki sudut puncak tergantung dari jenis ulir yang akan dibuat, sudut puncak 55° adalah untuk membuat ulir jenis whitwhort. Sedangkan untuk pembuatan ulir jenis metrik sudut puncak pahat ulirnya dibuat 60°.


5.    Pahat potong

Lebar mata pahat 3,5 mm

 

6.    Pahat Ulir dalam kanan

Untuk kisar 0,5 – 1,5 mm dengan sudut apit 60o

 

7.    Pahat dalam

Dengan pemotongan maksimal pada pembubutan masuk 90o. Tetapi dalamnya pemotongan maksimal hanya 0,3 mm dan sudut pemotongan pada pembubutan keluar 30o.







  •  Atom terdiri atas inti (nucleus, jamak: nuclei) dan elektron di sekitar inti.
  • Sebutan nuklir (nuclear) menunjukkan sesuatu yang berhubungan dengan / melibatkan inti (inti atom). Sementara, sebutan inti bisa berarti inti atom itu sendiri atau sesuatu yang berhubungan dengan inti atom.
  • reaksi nuklir atau reaksi inti: reaksi yang melibatkan inti atom,
  • energi nuklir: energi yang dihasilkan pada reaksi nuklir
  • bom nuklir: bom yang memanfaatkan reaksi inti
  • fisika nuklir atau fisika inti: fisika mengenai inti atom
  • Nuklida (nuclide) yaitu, sebutan untuk inti atom suatu unsur (element). Contoh: nuklida hidrogen, nuklida alumunium,  nuklida emas, nuklida yodium, nuklida fosfor dll

Sifat-Sifat Inti
  • Energi Ikat Inti
  • Fraksi Ikat Inti
  • Efek Permukaan
  • Energi Separasi
  • Radius Inti
  • Rumus Massa Semiempiris
  • Makna Tiap Suku pada Rumus Massa Semiempiris
  • Spin Inti
  • Momen Listrik Inti
  • Momen Dipol Inti
  • Momen Quadrupol Inti
  • Momen Magnetik Inti
  • Momen Magnetik Nukleon
Radioaktivitas
fenomena berkaitan dengan sebuah inti yang tidak stabil, dimana secara spontan memancarkan partikel, sinar-γ atau menangkap sebuah elektron orbital.
Satuan Radioaktivitas
jumlah peluruhan yang terjadi per satuan waktu
1Bq =1 peluruhan/detik

Gaya Nuklir / Interaksi Kuat

Yang dimaksud dengan gaya nuklir atau interaksi kuat (biasa dikenal juga dengan gaya inti kuat) di sini yaitu, interaksi antar 2 nukleon atau interaksi nukleon-nukleon (interaksi NN) bentuknya dapat berupa interaksi antar p dan p, p dan n.

Reaktor Nuklir

Reaksi fusi terjadi secara alamiah di bintang-bintang, tempat energi dan juga unsur-unsur dihasilkan. Di sana temperatur sangat tinggi, sehinggamemungkinkan reaksi fusi terjadi (temperatur tinggi berarti energi kinetik tinggi, sehingga memperbesar peluang partikel-partikel untuk saling berdekatan melewati potensial penghalang Coulomb). Secara buatan reaksi fusi dengan begitu sulit dilakukan.

Reaksi fisi dapat dibuat dan ini dijadikan dasar penciptaan energi dalam reaktor nuklir.

Reaktor nuklir dan bom nuklir sama-sama memanfaatkan reaksi berantai yang  menghasilkan energi. Bedanya, dalam reaktor nuklir reaksi itu dikontrol sedangkan pada kasus bom nuklir reaksi itu tidak dikontrol

Moderator

Moderator dapat berupa grafit (karbon), air berat (deterium), air biasa dll. Jadi di dalam reaktor nuklir, batang-batang uranium yang merupakan bahan bakar reaktor dikelilingi oleh moderator

 

 

 

 

 

 



 

 

HUKUM COULOMB


Gaya yang dilakukan oleh satu muatan terhadap muaan lain telah dipelajari oleh Charles Coulomb (1736-1806) dengan menggunakan timbangan puntir hasil penelitiannya. Peralatan eksperimen Coulomb pada dasarnya sama dengan yang digunakan pada percobaan Cavendish, tetapi dengan masa yang digantikan dengan bola kecil bermuatan. Besarnya gaya tarik menarik atau tolak menolak elektro statis dari bola-bola kecil bermuatan akibat hasil gesekan, jauh lebih besar dibandingkan gaya tarik gravitasinya. Pada percobaan coulomb, jari-jari bola yang bermuatan jauh lebih kecildibandingkan jarak antara keduanya sehingga bola bermuatan tersebut bisa dianggap sebagai muatan titik. Untuk memperoleh muatan dan memfariasikan besarnya muatan, coulomb menggunakan cara induksi. Sebagai contoh, mula-mula muatan pada setiap bola sebesar q0, besarnya muatantersebut  dapat dikurangi menjadi setengah q0. Dengan cara membumikan salah satu bola tersebut agar muatannya terlepas dan kemudian kedua bola dikontakan kembali. Hasil dari percobaan-percobaan Coulumb dan hal-hal lain menyangkut gaya yang dilakukan suatu muatan titik terhadap muatan titik lainnya dinyatakan dalam Hukum Coulomb.

bunyi hukum coulomb

        "besar gaya tarik menarik dan gaya tolak menolak  antara  dua benda yg ber muatan  listrik  berbanding  lurus  dengan  hasil  kali kedua muatannya  dan  berbanding terbalik  dengan  kuadrat  jarak yg memisahkan  kedua  muatan  tersebut "

Gambar dibawah ini memperlihatkan gaya yang dilakukan antara dua muatan dengan tanda yang sama dan antara dua muatan yang tandanya berlawanan.

Hukum Coulomb dapat dinyatakan dalam bentuk yang lebih sederhana dengan menggunakan pernyataan matematik. Andaikan q1 dan q2 merupakan muatan titik yang terpisah sejauh yang merupakan besar vector r12 yang mengarah dari q1 ke q2. Gaya F12 yang dilakukan q1 pada q2 adalah :

                  


 

Gambar (a) muatan yang sejenis tolak menolak. (b) muatan yang tidak sejenis tarik menarik.



 

Di mana ȓ12 = r12/r12 yaitu vector satuan yang mengarah dari q1 ke q2 dan k adalah tetapan Coulumb yang mempunyai harga :

 

k = 8,99 x 109 N. m2/C2

 

Dengan hukum Newton ketiga, gaya F21 yang dilakukan pada q1 adalah negative dari F12. Dengan demikian F21 mempunyai harga yang sama dengan F12 tetapi mempunyai arah yang berlawanan. Besar dari gaya listrik yang dilakukan muatan q1 pada muatan lain q2 yang berada pada jarak r adalah sebagai berikut : kq1q2/r2




Jika kedua muatan mempunyai tanda yang sama, yaitu jika keduanya positif atau negative, gaya bersifat tolak menolak. Jika kedua muatan mempunyai tanda yang berlawanan, gayanya tarik menarik. Catat bahwa ada kesamaan antara hukum Coulumb dan hokum gravitasi Newton. Keduanya adalah hokum kuadrat terbalik, Namun, demikian gaya gravitasi antara dua partikel berbanding lurus dengan masa-masa partikel dan selalu tarik-menarik, sedangkan gaya listrik berbanding lurus dengan muatan-muatan listrik dan dapat bersifat tarik menarik maupun tolak menolak.

 

 MAGNET DAN KUTUB KUTUB MAGNET

  • Kutub magnet: bagian magnet yang paling kuat pengaruh kemagnetannya
  • Kutub kutub magnet: utara dan selatan
  • Jarum untuk kompas secara bebas mengarah ke utara dan selatan
  • Bumi sebagai magnet dengan kutub kutub magnet sedikit bergeser dari kutub kutub geografi

Garis medan magnet (GMM)
Arah medan magnet =induksi magnet dinyatakan dlm GMM
Aturan:
  • Garis singgung pd garis medan magnet di setiap titik memberikan arah B di titik tsb
  • Garis induksi sebanding dg besar B
  • Jarak an. garis menggbkan besarnya B; medan magnet kuat jk garis2nya dekat, & ><
  • Semua garis melalui magnet & membtk loop tertutup
  •  GMM keluar utara GMM masuk  selatan 
  • Effect magnetik eksternal terkuat diujung GMM rapat
  • Magnet mempunyai 2 kutub dipol magnetik
  • Kubu ><  tarik menarik



Medan dan Gaya Magnet
Muatan yang bergerak dalam medan magnet akan mengalami gaya magnet:







Besar gaya magnet:

 

        Gaya magnet pada proton

            Berapaka besarnya gaya magnet yang dialami proton dengan arah gerak membentuk sudut 60° dengan arah medan magnet yang besarnya 2.5 tesla. Proton tersebut bergerak dengan kecepatan setengah kecepatan cahaya.

Gaya magnet pada kawat berarus

Momen Gaya pada Loop